Perbandingan Galaxy J3 (2016) vs J3 (2017)

Kalau kita perhatikan Galaxy J3 (2017) yang dirilis di Amerika, maka tampak ada sejumlah spek yang berbeda dengan tipe J3 edisi pertama yang dirilis di Indonesia. Ada peningkatan spesifikasi dan ada yang masih sama, serta ada yang mengalami penurunan.

Peningkatan spesifikasi ada pada kapasitas memori internal, versi OS dan ada tambahan sensor gyro. Spesifikasi yang masih sama adalah ukuran layar baik dalam inch maupun kerapatan pikselnya, juga RAM, slot microSD, jaringan internet LTE, USB On-The-Go, baterai, serta FM radio.

Spesifikasi yang diturunkan adalah resolusi kamera, baik sisi depan maupun sisi belakang dan tanpa Asahi Dragontrail Glass lagi pada layarnya. Mari kita lihat perbandingan spesifikasinya berikut ini.

Perbandingan Galaxy J3 (2016) vs J3 (2017)


Perbandingan Galaxy J3 (2016) vs J3 (2017)
Perbandingan Galaxy J3 (2016) vs J3 (2017).

Ponsel Samsung tipe Galaxy J3 (2016) di Indonesia sudah turun harga menjadi Rp 1.815.000, sedangkan tipe Galaxy J3 (2017) baru tersedia di Amerika Serikat.

2 tipe J3 ini sama-sama Samsung tawarkan dengan layar berukuran 5 inch yang resolusinya 720 x 1280 pixels (294 ppi). Ponsel tipe lama kita ketahui menggunakan layar jenis Super AMOLED, sementara ponsel tipe baru belum diketahui apa jenis layarnya.

Walaupun layarnya sama ukuran, namun Galaxy J3 (2017) memiliki ukuran yang lebih mini dibandingkan J3 (2016). Perbandingan dimensi ukurannya adalah 142.3 x 71 x 7.9 mm dengan 141 x 70.1 x 8.6 mm.

Sementara untuk berat, perbandingannya adalah 138 g dengan 148 g. Hal ini mungkin dikarenakan ponsel baru tidak setipis ponsel lama.

Bagi orang Indonesia, perbedaan yang paling utama antara dua ponsel ini adalah resolusi kamera. Ponsel tipe lama sudah berkamera belakang 8 MP dan berkamera depan 5 MP, sedangkan ponsel tipe baru hanya menawarkan kamera belakang 5 MP dan kamera depan 2 MP.

Di atas kita sebut untuk orang Indonesia karena memang ada juga J3 (2016) model J320P dan J320A yang resolusi kameranya sama dengan J3 (2017) yang dirilis di Amerika.

Kamera belakang ponsel-ponsel ini dilengkapi dengan autofocus dan LED flash, sedangkan kamera depannya tidak autofocus dan tanpa LED flash sebagaimana layaknya ponsel Samsung menengah ke bawah.

J3 edisi pertama dirilis pada bulan Januari 2016 yang lalu, sedangkan J3 tipe baru dirilis pada bulan mei 2017. Hingga bulan Mei, Galaxy J3 (2017) merupakan ponsel pertama untuk kategori seri murah dari sejumlah ponsel Samsung 2017 yang sudah dirilis.

Galaxy J3 (2017) juga merupakan ponsel Samsung yang pakai OS Android Nougat. OS versi baru memang layak baginya karena memang sudah seharusnya ponsel keluaran baru juga pakai versi OS yang baru pula.

Untuk memori, Samsung tidak lagi menawarkan J3 (2017) dengan 2 pilihan memori internal. Jika J3 edisi lama ada yang 8 GB dan 16 GB (yang masuk Indonesia adalah yang 8 GB), maka J3 (2017) tidak ada lagi yang 8 GB, pilihannya hanya 16 GB.

Kapasitas RAM antara ponsel lama dan ponsel baru sama-sama berkapasitas 1.5 GB, sedangkan slot kartu memori yang disediakan mampu menampung microSD yang kapasitasnya hingga 256 GB.

J3 (2017) juga sudah Samsung lengkapi dengan sensor gyro di samping rotasi layar dan proximity, sedangkan Galaxy J3 (2016) tidak ada gyro, hanya ada sensor rotasi layar dan proximity.

Untuk prosesor, Galaxy J3 (2016) ada yang pakai chipset Exynos 3475 Quad, CPU quad core 1.3 GHz dan GPU Mali-T720. Juga ada yang pakai chipset Spreadtrum SC9830 CPU quad core 1.5 GHz Cortex-A7 dan GPU Mali-400. Yang dijual di Indonesia adalah yang disebut terakhir.

Sementara J3 (2017) pakai CPU quad core 1.4 GHz Cortex-A53 dengan chipset Exynos 7570 Quad, sedangkan GPU yang dipakai belum ada informasinya.

Persamaan yang lainnya antara 2 ponsel Samsung J3 ini adalah pakai baterai biasa yang bisa dibongkar pasang, jenis Li-Ion dengan kapasitas 2600 mAh.

Pilihan warnanya juga sama-sama ada 3, yaitu hitam, emas dan putih. Juga sama-sama sudah mendukung USB OTG sehingga penggunanya dapat menghubungkan ponsel-ponsel ini dengan USB flash disk yang dimiliki.

Baiklah kita lihat daftar dari persamaan dan perbedaan antara 2 ponsel Samsung J series tipe J3 edisi 2016 dengan 2017.

Persamaan Galaxy J3 (2017) dan J3 (2016)

→ Layar 5.0 inch, resolusi 720 x 1280 pixels (294 ppi)
→ RAM 1.5 GB
→ Bisa pakai microSD sampai 256 GB
→ Jaringan internet LTE
→ Bisa USB On-The-Go
→ FM radio
→ Baterai Li-Ion 2600 mAh
→ Warna hitam, emas, putih


Perbedaan Galaxy J3 (2016) vs J3 (2017)

→ Rilis Januari 2016 vs Mei 2017
→ Pakai OS Android Lollipop vs Android Nougat
→ Kamera utama 8 MP, autofocus, LED flash vs 5 MP, autofocus, LED flash
→ Kamera sekunder 5 MP vs 2 MP
→ ROM 8 GB vs 16 GB
→ Prosesor quad-core 1.5 GHz Cortex-A7 vs Quad-core 1.4 GHz Cortex-A53
→ Chipset Spreadtrum SC9830 vs Exynos 7570 Quad
→ Dimensi / Bobot 142.3 x 71 x 7.9 mm / 138 g vs 141 x 70.1 x 8.6 mm / 148 g
→ Sensor rotasi layar, proximity vs rotasi layar, gyro, proximity
→ Proteksi layar Asahi Dragontrail Glass vs -

Dari perbandingan ini mungkin akan membuat kita menilai bahwa J3 yang lama lebih bagus daripada J3 yang baru, namun J3 yang baru belum kita ketahui apakah akan masuk Indonesia atau tidak.

Dan jika J3 yang baru nanti masuk Indonesia, mungkin saja speknya tidak sama dengan yang dijual di Amerika, karena J3 (2016) untuk pasar Indonesia juga beda spek kamera dan prosesornya dibanding yang di Amerika.

Gambar-gambar


Perbandingan Galaxy J3 (2016) vs J3 (2017)
Gambar Galaxy J3 (2016).

Perbandingan Galaxy J3 (2016) vs J3 (2017)
Gambar Galaxy J3 (2017).

Spek dan gambar via Galaxy J3 (2016) / J3 (2017).

Demikian informasi perbandingan spesifikasi Galaxy J3 (2016) vs J3 (2017) ini. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Perbandingan Galaxy J3 (2016) vs J3 (2017)"

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *